Powering Indonesia’s Future Through Heavy Machinery Innovation

Explore advanced heavy machinery solutions and connect with stakeholders across the industry to drive the industry forward on a powerful industry platform

8 – 12 July 2026 ICE, BSD City

Days to INDOHEMEX

Day(s)

:

Hour(s)

:

Minute(s)

:

Second(s)

Powering Indonesia’s Future Through Heavy Machinery Innovation

Explore advanced heavy machinery solutions and connect with stakeholders across the industry to drive the industry forward on a powerful industry platform

8 – 12 July 2026 • ICE, BSD City

Days to INDOHEMEX

Day(s)

:

Hour(s)

:

Minute(s)

:

Second(s)

Industri konstruksi Indonesia resmi membuka lembaran baru dengan terbentuknya Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia (MTKBTI). Asosiasi ini hadir sebagai wadah kolaborasi di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks dan berteknologi tinggi.

Proyek-proyek strategis seperti MRT Jakarta, Kereta Cepat Jakarta–Bandung, hingga rencana pembangunan immersed tunnel menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi bukti bahwa konstruksi bawah tanah bukan lagi sekadar wacana, melainkan bagian penting dari masa depan pembangunan nasional.

Ketua MTKBTI, Weni Maulina, menegaskan bahwa asosiasi ini dibentuk untuk memperkuat sinergi antar profesional sekaligus menjembatani komunikasi dengan regulator. MTKBTI diharapkan menjadi ruang dialog, pencarian solusi, serta koordinasi aktif dengan kementerian terkait seperti PUPR, Perhubungan, dan ESDM.

Sejak diluncurkan, antusiasme terhadap MTKBTI terlihat tinggi. Lebih dari 130 anggota individual telah mendaftar, dengan target 15 anggota korporasi hingga akhir tahun. Ke depan, asosiasi ini juga berkomitmen mengembangkan program pelatihan dan sertifikasi guna meningkatkan kompetensi insinyur serta praktisi konstruksi bawah tanah di Indonesia.

Namun, tantangan tetap ada. Kondisi geologi yang kompleks, keterbatasan teknologi, serta kebutuhan transfer pengetahuan menjadi perhatian utama. Untuk itu, MTKBTI membuka peluang kolaborasi internasional agar percepatan alih teknologi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Pemerintah pun memberikan dukungan penuh. Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PU, Boby Ali Azhari, menegaskan bahwa konstruksi bawah tanah membutuhkan keahlian yang sangat spesifik. Pemerintah telah menyiapkan program beasiswa magister di bidang struktur geologi dan terowongan untuk mencetak generasi profesional masa depan.
Hingga Oktober 2025, tercatat puluhan tenaga ahli telah tersertifikasi, serta puluhan perusahaan mengantongi Sertifikat Badan Usaha khusus konstruksi terowongan. Data ini menjadi bukti bahwa kesiapan SDM nasional terus meningkat seiring tuntutan proyek berteknologi tinggi.
Sementara itu, Arnold Dix, Past President ITA-AITES, melihat pembangunan infrastruktur bawah tanah sebagai tonggak penting bagi masa depan kota-kota besar Indonesia. Ia mengingatkan bahwa manfaat proyek semacam ini sering kali baru terasa dalam jangka panjang, sebagaimana dialami kota-kota besar dunia seperti London, New York, Beijing, dan Bangkok.

Arnold menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengatasi banjir dan kemacetan melalui sistem bawah tanah yang terintegrasi. Pengalaman Bangkok menjadi contoh nyata bagaimana teknologi bawah tanah mampu mengubah tantangan menjadi solusi kota yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Transformasi ini menunjukkan bahwa masa depan pembangunan Indonesia tidak hanya dibangun di atas permukaan, tetapi juga di kedalaman inovasi, kolaborasi, dan teknologi.

Di sinilah peran industri alat berat, teknologi konstruksi, dan solusi teknik menjadi semakin strategis. INDOHEMEX 2026 hadir sebagai platform yang mempertemukan pelaku industri, inovator, kontraktor, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun masa depan infrastruktur Indonesia.